Senin, 17 Februari 2014

JADI DIRI SENDIRI



Yeeayy!! Di sore yang cerah terdengar teriakan mere yang sumringah,ya aku,bethany foster memiliki satu orang saudara kembar yang bernama meredith foster . mere selalu memenangkan sesuatau atau mendapatkan apa yang ia inginkan,ya bukan berarti aku tidak pernah mendapatkan prestasi. Aku pernah mendapatkan juara satu lomba menggambar sewaktu tk dan juga aku pernah menyelamatkan kucing tetanggaku dari serangan anjing galak yang entah darimana asal nya. Sekitar 1 tahun yang lalu,tepat nya ketika ku duduk di kelas 3SMP . Ntahlah,tapi menurutku itu sebuah prestasi karena dapat membuat orang-orang disekitarku tersenyum. Prestasi kan tidak hanya diukur dari adanya piagam,medali atupun piala.
Aku keluar dari kamarku dan turun kebawah melihat mere sedang  memegang piala yang ia dapatkan dari olimpiade yang diikuti nya minggu lalu,di samping nya terlihat mom tersenyum bangga melihat mere,pemandangan ini sudah biasa dirumah.Seperti yang ku katakan hidup mere memang sempurna karena ia tidak hanya unggul dalam bidang akademik  ia pun juga menjadi kapten cheers di sekolah kami sedangkan aku terjebak dalam anggota ekskul seni desain yang jarang sekali mendapatkan prestasi. Aku? Aku bukan nya tak berusaha untuk mendapatkan prestasi itu tapi karyaku hanya berakhir di rak buku paling bawah di sudut kamarku. Jangankan untuk mendapatkan piala mewakili sekolah untuk memperlihatkan karyaku ke mom pun aku tak berani ,tapi apapun itu aku ikut senang dengan apa yang di dapat saudara kembarku.
Aku dan mere juga memiliki seorang saudara laki-laki bernama kendrick foster. Kami biasanya memeanggil nya dengan panggilan ken. Ken adalah seorang mahasiswa jurusan komunikasi ia memiliki wajah yang cukup tampan seperti ayahku,aku dan mere pun ikut mewarisi kecantikan ibuku. Ken memiliki pacar yang tak kalah cantik pula dengan kami,namanya rene . rene kuliah di jurusan ekonomi katanya ia ingin menjadi seorang akuntan. Aku dan rene lumayan dekat mungkin karena mere jarang dirumah mengingat kesibukan mere yang luar biasa,jadi ia hanya menemukan ku dirumah tiap kali ia berkunjung.
Seperti biasa setiap pulang sekolah,aku duduk di depan jendela kamarku,melipat kedua kakiku dan merapatkan nya ke dadaku,aaku mulai berfikir dan berbicara pada pikiranku. Awalnya aku biasa saja dengan prestasi-prestasi yang diraih mere,aku ikut  merasa senang. Tetapi lama kelamaan aku merasa  ada yang berbeda,perlakuan mom dan dad berbeda terhadapku dan mere.yaa seperti ketia kami berkumpul bersama saat makan malam mom dan dad selalu membicarakan tentang lomba-lomba ataupun perkembangan apa lagi yang telah di lakukan oleh anak mereka tercinta. Bukannya aku tidak bahagia melihat orang tua ku bahagia,tetapi aku merasa diperlakukan berbeda. Seringkali aku menyangkal perasaan itu dan menganggapnya sebagai angin lalu,tetapi hal itu terus menggangguku. Aku tidak berbuat apa-apa,aku ingin marah tetapi tak tau ingin marah kepada siapa. Terhadap mere? Apakah aku harus marah dengan mere karena telah mencuri semua perhatian mom dan dad yang harus nya di bagi denganku? Apakah aku harus marah dengan mere karena ia telah menjadi saudara kembar yang lebih pintar dariku? Tidak!! Tentu saja tidak. Aku marah terhadap diriku sendiri kenapa aku bisa menyalahkan mere padahal ia tidak pernah melakukan kesalahan apa-apa.
“Beth,apa yg kau pikirkan?”suara itu menghilangkan lamunanku. Ternyata mere sudah pulang,terlihat dari keringat yang masih membasahi rambut panjangnya  mere baru saja pulang dari latihan cheers,karena hari ini hari sabtu.”tidak apa-apa,hanya mengintropeksi diri seperti biasa” aku selalu menjawab dengan jawaban yang sama ketika mere bertanya hal yang sama pula,ntah kenapa ia selalu bertanya mungkin karena ia tahu aku sedang berbohong.”bagaimana latihan hari ini?”aku bertanya pada mere yang sedang mengiistirahatkan tubuh nya sejenak diatas kasur”yaah seperti biasa,tapi hari ini lebih brat karena hari ini penerimaan anak ekskul baru,jadi harus bnyak diajari”mere menjawab pertanyaanku.aku mengambil handuk yang tak jauh dariku dan melemparnya ke mere”nih cepat mandi,bau tau ” “siap bos!’mere menjawab sambil mengangkat tangan nya dan hormat padaku.
Hari ini hari minggu,tidak ada yang spesial hanya pesta kecil-kecilan yang rutin keluarga besr ku lakukan tiap bulannya dan bulan ini giliran rumahku yang menjadi tuan rumah. Di acara ini seluruh keluarga besar berkumpul dan bercengkrama satu sama lain. Ting ting ,bunyi itu bersumber dari dad yang membunyikan gelas dngan menggunakan garpu yang membuat semua mata tertuju pada dad“acara bulan ini tidak seperti acara keluarga seperti acara seperti biasanya,karena anakku yang yang cantik ini telah mendapatkan juara 1 olimpiade tingkat nasional,oleh karena itu aku ingin memberikannya hadiah”aku mengernyitkan keningku karena aku tidak tahu apa-apa soal ini., mere yang berdiri tepat di samping dad sangat senang dan tak sabar lagi untuk membuka hadiah nya,hadiah itu memiliki kotak yang cukupbesar dan ketika mere membuka nya aku tertegun dan terkejut . itu adalah sebuah laptop yang selama ini aku minta belikan,seketika aku marah dan pergi meninggalkan pesta dan pergi ke kemarku ,aku menangis  dan berteriak didalam hati”mengapa?!mengapa harus itu yang menjadi hadiah mere?”setelah puas menangis aku kembali ke pesta dan bertekat untuk mengikuti lomba fashion designer yang cukupbergengsi dan kebetulan diadakan sebentar lagi. Aku kembali kepesta seperti tidak terjadi apa-apa.
Hari-hari berlalu,aku sibuk mempersiapkan bahan lombaku secara diam-diam,aku berharap ini akan menjadi kejutan jika aku menang nantinya. Aku membuka lembar-lembar karyaku yang tertutup abu dan mencoba mencari inspirasi. Aku sangat mempersiapkan lomba ini dengan sangat matang karena dengan inilah aku dapat membuktikan ke keluarga ku akupun dapat berprestasi dibidangku sendiri.
Hari ini hari rabu tepat tepat 3 hari sebelum ulang tahunku dan mere,aku mengirimkan designku. Aku tidak yakin untuk menjadi juara karena aku tidak pernah mengikuti lomba sebelumnya,tetapi aku telah berusaha dengan semaksimal yang aku bisa dan aku yakin Allah tidak tidur pasti melihat usahaku dan akan memberikan hasil yang terbaik.
Tepat tanggal 12 juli 20013 aku menerima hasil dari lomba yang aku ikuti 3 hari yang lalu,ditanganku sudah ada amplophasil lomba yang baru saja di berian kepala sekolah padaku,ya karena aku membawa nama sekolah untuk lomba ku yang pertama ini.ini menjadi berkali-kali lipat menegangkan karena hari ini juga aku berulang tahun . aku duduk di kursi yang biasa aku duduki di sekolah,dengan tenang aku buka perlahan amplop coklat yang bertuliskan namaku di atasnya tersebut,amplop nya terbuka dan banyak sekali tulisan tetapi ada satu kata yang di cetak tebal “selamat anda mendapatkan juara pertama”aku ingin berlari kekelas mere dan memberiyahukan hal ini. Ia pun ikut senang atas prestasi yang aku dapat.aku sangat gembira tak sabar aku memberitahukan kabar ini kepada dad,mom dan ken.
Sepanjang perjalanan pulang aku dan mere tak berhenti tersenyum karena prestasi ku ini.sesampainya  di rumah ter nyata dad,mom dan ken menyiapkan sebuah pesta kejutan untuk ulangtahunku dan mere. Ayahku memberikan hadiah untukku yang ternyata adalah sebuah laptop yang selama ini aku impikan dan mere mendapatkan headphone pink yang selama ini ia inginkan pula. Aku pun juga tak mau ketinggalan,aku memberikan kabar gembira tentang prestasiku. Hari ini adalah hari yang palin membahagiakan di hidupku karena semua yang ku impikan tercapai di hari ulang tahunku ini.dad dan mom,tentu saja ken,kembali mencintaiku.aku menemukan keunggulanku dan aku mempelajari sesuatu tahun ini.jadi diri sendiri itu memang yang terbaik .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar