Yeeayy!! Di sore yang cerah terdengar teriakan mere yang
sumringah,ya aku,bethany foster memiliki satu orang saudara kembar yang bernama
meredith foster . mere selalu memenangkan sesuatau atau mendapatkan apa yang ia
inginkan,ya bukan berarti aku tidak pernah mendapatkan prestasi. Aku pernah
mendapatkan juara satu lomba menggambar sewaktu tk dan juga aku pernah
menyelamatkan kucing tetanggaku dari serangan anjing galak yang entah darimana
asal nya. Sekitar 1 tahun yang lalu,tepat nya ketika ku duduk di kelas 3SMP .
Ntahlah,tapi menurutku itu sebuah prestasi karena dapat membuat orang-orang
disekitarku tersenyum. Prestasi kan tidak hanya diukur dari adanya
piagam,medali atupun piala.
Aku keluar dari kamarku dan turun kebawah melihat mere
sedang memegang piala yang ia dapatkan
dari olimpiade yang diikuti nya minggu lalu,di samping nya terlihat mom
tersenyum bangga melihat mere,pemandangan ini sudah biasa dirumah.Seperti yang
ku katakan hidup mere memang sempurna karena ia tidak hanya unggul dalam bidang
akademik ia pun juga menjadi kapten
cheers di sekolah kami sedangkan aku terjebak dalam anggota ekskul seni desain
yang jarang sekali mendapatkan prestasi. Aku? Aku bukan nya tak berusaha untuk
mendapatkan prestasi itu tapi karyaku hanya berakhir di rak buku paling bawah
di sudut kamarku. Jangankan untuk mendapatkan piala mewakili sekolah untuk
memperlihatkan karyaku ke mom pun aku tak berani ,tapi apapun itu aku ikut
senang dengan apa yang di dapat saudara kembarku.
Aku dan mere juga memiliki seorang saudara laki-laki bernama
kendrick foster. Kami biasanya memeanggil nya dengan panggilan ken. Ken adalah
seorang mahasiswa jurusan komunikasi ia memiliki wajah yang cukup tampan
seperti ayahku,aku dan mere pun ikut mewarisi kecantikan ibuku. Ken memiliki
pacar yang tak kalah cantik pula dengan kami,namanya rene . rene kuliah di
jurusan ekonomi katanya ia ingin menjadi seorang akuntan. Aku dan rene lumayan
dekat mungkin karena mere jarang dirumah mengingat kesibukan mere yang luar
biasa,jadi ia hanya menemukan ku dirumah tiap kali ia berkunjung.
Seperti biasa setiap pulang sekolah,aku duduk di depan
jendela kamarku,melipat kedua kakiku dan merapatkan nya ke dadaku,aaku mulai
berfikir dan berbicara pada pikiranku. Awalnya aku biasa saja dengan
prestasi-prestasi yang diraih mere,aku ikut
merasa senang. Tetapi lama kelamaan aku merasa ada yang berbeda,perlakuan mom dan dad
berbeda terhadapku dan mere.yaa seperti ketia kami berkumpul bersama saat makan
malam mom dan dad selalu membicarakan tentang lomba-lomba ataupun perkembangan
apa lagi yang telah di lakukan oleh anak mereka tercinta. Bukannya aku tidak
bahagia melihat orang tua ku bahagia,tetapi aku merasa diperlakukan berbeda.
Seringkali aku menyangkal perasaan itu dan menganggapnya sebagai angin lalu,tetapi
hal itu terus menggangguku. Aku tidak berbuat apa-apa,aku ingin marah tetapi
tak tau ingin marah kepada siapa. Terhadap mere? Apakah aku harus marah dengan
mere karena telah mencuri semua perhatian mom dan dad yang harus nya di bagi
denganku? Apakah aku harus marah dengan mere karena ia telah menjadi saudara
kembar yang lebih pintar dariku? Tidak!! Tentu saja tidak. Aku marah terhadap
diriku sendiri kenapa aku bisa menyalahkan mere padahal ia tidak pernah
melakukan kesalahan apa-apa.
“Beth,apa yg kau pikirkan?”suara itu menghilangkan lamunanku.
Ternyata mere sudah pulang,terlihat dari keringat yang masih membasahi rambut
panjangnya mere baru saja pulang dari
latihan cheers,karena hari ini hari sabtu.”tidak apa-apa,hanya mengintropeksi
diri seperti biasa” aku selalu menjawab dengan jawaban yang sama ketika mere
bertanya hal yang sama pula,ntah kenapa ia selalu bertanya mungkin karena ia
tahu aku sedang berbohong.”bagaimana latihan hari ini?”aku bertanya pada mere
yang sedang mengiistirahatkan tubuh nya sejenak diatas kasur”yaah seperti
biasa,tapi hari ini lebih brat karena hari ini penerimaan anak ekskul baru,jadi
harus bnyak diajari”mere menjawab pertanyaanku.aku mengambil handuk yang tak
jauh dariku dan melemparnya ke mere”nih cepat mandi,bau tau ” “siap bos!’mere
menjawab sambil mengangkat tangan nya dan hormat padaku.
Hari ini hari minggu,tidak ada yang spesial hanya pesta
kecil-kecilan yang rutin keluarga besr ku lakukan tiap bulannya dan bulan ini
giliran rumahku yang menjadi tuan rumah. Di acara ini seluruh keluarga besar
berkumpul dan bercengkrama satu sama lain. Ting ting ,bunyi itu bersumber dari
dad yang membunyikan gelas dngan menggunakan garpu yang membuat semua mata
tertuju pada dad“acara bulan ini tidak seperti acara keluarga seperti acara
seperti biasanya,karena anakku yang yang cantik ini telah mendapatkan juara 1
olimpiade tingkat nasional,oleh karena itu aku ingin memberikannya hadiah”aku
mengernyitkan keningku karena aku tidak tahu apa-apa soal ini., mere yang
berdiri tepat di samping dad sangat senang dan tak sabar lagi untuk membuka
hadiah nya,hadiah itu memiliki kotak yang cukupbesar dan ketika mere membuka
nya aku tertegun dan terkejut . itu adalah sebuah laptop yang selama ini aku
minta belikan,seketika aku marah dan pergi meninggalkan pesta dan pergi ke
kemarku ,aku menangis dan berteriak
didalam hati”mengapa?!mengapa harus itu yang menjadi hadiah mere?”setelah puas
menangis aku kembali ke pesta dan bertekat untuk mengikuti lomba fashion
designer yang cukupbergengsi dan kebetulan diadakan sebentar lagi. Aku kembali
kepesta seperti tidak terjadi apa-apa.
Hari-hari berlalu,aku sibuk mempersiapkan bahan lombaku
secara diam-diam,aku berharap ini akan menjadi kejutan jika aku menang
nantinya. Aku membuka lembar-lembar karyaku yang tertutup abu dan mencoba
mencari inspirasi. Aku sangat mempersiapkan lomba ini dengan sangat matang
karena dengan inilah aku dapat membuktikan ke keluarga ku akupun dapat
berprestasi dibidangku sendiri.
Hari ini hari rabu tepat tepat 3 hari sebelum ulang tahunku
dan mere,aku mengirimkan designku. Aku tidak yakin untuk menjadi juara karena
aku tidak pernah mengikuti lomba sebelumnya,tetapi aku telah berusaha dengan
semaksimal yang aku bisa dan aku yakin Allah tidak tidur pasti melihat usahaku
dan akan memberikan hasil yang terbaik.
Tepat tanggal 12 juli 20013 aku menerima hasil dari lomba
yang aku ikuti 3 hari yang lalu,ditanganku sudah ada amplophasil lomba yang
baru saja di berian kepala sekolah padaku,ya karena aku membawa nama sekolah
untuk lomba ku yang pertama ini.ini menjadi berkali-kali lipat menegangkan
karena hari ini juga aku berulang tahun . aku duduk di kursi yang biasa aku
duduki di sekolah,dengan tenang aku buka perlahan amplop coklat yang
bertuliskan namaku di atasnya tersebut,amplop nya terbuka dan banyak sekali
tulisan tetapi ada satu kata yang di cetak tebal “selamat anda mendapatkan juara pertama”aku ingin berlari kekelas
mere dan memberiyahukan hal ini. Ia pun ikut senang atas prestasi yang aku
dapat.aku sangat gembira tak sabar aku memberitahukan kabar ini kepada dad,mom
dan ken.
Sepanjang perjalanan pulang aku dan mere tak berhenti
tersenyum karena prestasi ku ini.sesampainya
di rumah ter nyata dad,mom dan ken menyiapkan sebuah pesta kejutan untuk
ulangtahunku dan mere. Ayahku memberikan hadiah untukku yang ternyata adalah
sebuah laptop yang selama ini aku impikan dan mere mendapatkan headphone pink
yang selama ini ia inginkan pula. Aku pun juga tak mau ketinggalan,aku
memberikan kabar gembira tentang prestasiku. Hari ini adalah hari yang palin
membahagiakan di hidupku karena semua yang ku impikan tercapai di hari ulang
tahunku ini.dad dan mom,tentu saja ken,kembali mencintaiku.aku menemukan
keunggulanku dan aku mempelajari sesuatu tahun ini.jadi diri sendiri itu memang
yang terbaik .